PENGARUH MEDAN MAGNET TERHADAP WARNA API PEMBAKARAN PREMIX MINYAK KELAPA

Gatot Soebiyakto, I.N.G. Wardana I.N.G. Wardana, Nurkholis Hamidi, Lilis Yuliati

Sari


Penerapan  proses pembakaran khususnya nyala api dapat dilakukan dengan memberikan pengaruh kuat medan magnet atau elektromagnetik pada api.  Pengaruh  medan magnet diindikasikan adanya gaya tarik partikel O2 dan bahan bakar pada nyala api, sebagian O2 melepaskan diri dari homogenitas dan sebagian bahan bakar mengalami
perubahan temperatur dan panas bahan bakar terserap oleh medan magnet, karena adanya droplet maka uap panas tersebut juga dipancarkan oleh medan magnet mengarah pada percikan api. Tujuan penelitian (jangka panjang) dengan mengkaji lebih dalam tentang karakteristik nyala api pembakaran akibat induksi medan magnet dengan bahan bakar minyak nabati dengan harapan mendapatkan tingkat temperatur dari pembentukan warna nyala api, mendapatkan karakteristik induksi medan magnet serta membuktikan bahwa profil api dipengaruhi induksi medan magnet yang bermuara pada metode analisis pembakaran minyak nabati secara luas. Untuk penelitian awal ini mengamati profil warna nyala api dari komposisi AFR mendekati stoichiometry dari bahan bakar minyak kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyala api minyak nabati dari pembakaran premix minyak kelapa mengalami penurunan tingkat luminositas warna nyala api ( menjadi pudar) bila dipengaruhi induksi medan magnet.dan luasan (zona) warna nyala api semakin melebar bila dipengaruhi medan magnet jika dibandingkan tanpa menggunakan induksi medan magnet.

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


A.Kleinová, I. Vailing, J. Lába, J. Mikulec, J.

Cvengroš. (2011): Vegetable oils and animal

fats as alternative fuels for diesel engines with

dual fuel operation., ScienceDirect., Elsevier,

Fuel Processing Technology 92; 1980–1986.

Anna Basco, Francesco Cammarota, Almerinda Di

Benedetto, Valeria Di Sarli, Ernesto Salzano,

Gennaro Russo (2012)., Experimental and

Numerical Analysis of Laminar Burning

Velocity of Binary and Ternary

Hydrocarbon/H2 Mixtures., CHEMICAL

ENGINEERING TRANSACTIONS, VOL. 26,

Guest Editors: Valerio Cozzani, Eddy D

Rademaek, AIDIC Servizi S.r.l., ISBN 978-

-95608-17-4; ISSN 1974-9791.

C_eline Morin, Christian Chauveau, Iskender G

okalp (2000)., Droplet vaporisation

characteristics of vegetable oil derived

biofuels at high temperatures., Elsevier,

Experimental Thermal and Fluid Science 21,

– 50.

D.C. Rakopoulos (2013)., Combustion and

emissions of cottonseed oil and its bio-diesel

in blends with either n-butanol or diethyl ether

in HSDI diesel engine., Elsevier., Fuel., Fuel

(603-613).

I.N.G. Wardana (2010)., Combustion

characteristics of jatropha oil droplet at

various oil temperatures., Elsevier., Fuel 89

(2010) 659–664.

J. Galle, S. Defruyt, C. Van de Maele, R. Piloto

Rodriguez, Q. Denon, A. Verliefde, S.

Verhelst (2013)., Experimental investigation

concerning the influence of fuel type and

properties on the injection and atomization of

liquid biofuels in an optical combustion

chamber., SciVersiScienceDirect, Elsevier.,

Biomass and Bioenergy 5 7, 2 1 5 - 2 2 8.

Michael K. Tran, Derek Dunn-Rankin, Trinh K.

Pham (2012)., Characterizing sooting

propensity in biofuel–diesel flames.,

ScienceDirect, Elsevier., Combustion and

flame., 159 , 2181–2191.

Mustafa Canakci., Ahmet Necati Ozsezen, Ali

Turkcan (2009)., Combustion analysis of

preheated crude sunflower oil in an IDI diesel

engine., ScienceDirect, Elsevier., Biomass and

Bioenergy 33, 760 -767.

Yu Wang, Suk Ho Chung (2014)., Effect of strain

rate on sooting limits in counterflow diffusion

flames of gaseous hydrocarbon fuels: Sooting

temperature index and sooting sensitivity index.,

ScienceDirect., Elsevier, Combustion and

Flame., 161, 1224–1234.

Y. Yoshimoto, E. Kinoshita, L. Shanbu, T. Ohmura

(2013)., Influence of 1-butanol addition on

diesel combustion with palm oil methyl

ester/gas oil blends., SciversiScienceDirect,

Elsevier., Energy 61, 44 – 51.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.