PEMBUATAN PISAU POTONG MENGGUNAKAN BAHAN BAKU BAJA DENGAN TEKNIK PERLAKUAN PANAS

R Edy Purwanto, Agus Sujatmiko, Eka Mandayatma

Sari


Pembuatan alat potong dengan menggunakan bahan baku baja, seringkali mengalami kendala yaitu alat potong mudah aus, rompal atau patah. Baja dipergunakan sebagai bahan baku pisau potong (cutter milling), penggunting lembaran plat, pelubang plat baja, perkakas pemotong performa tinggi. Sifat mekanis dari material baja dapat diperbaiki dengan melakukan proses perlakuan panas full hardening dan case hardening yang bertujuan untuk meningkatkan kekerasannya, kemudian dilanjutkan dengan proses tempering secara bertingkat untuk meningkat keuletannya.  Oleh  karena  itu  diperlukan  penelitian  yang diharapkan  merumuskan  cara  yang  tepat  untuk memperbaiki sifat mekanis baja dengan menitik beratkan pada perlakuan proses tempering yang tepat pada baja tersebut. Perlakuan  panas  yang  dilakukan  yaitu  preheating dan hardening,  dengan  menggunakan  media pendingin Oli, proses tempering 4 tingkat 600oC, 450oC, 300oC, 150oC dan masing-masing holding time selama
60, 90, 120, 150 menit. Kemudian untuk mengetahui ada dan tidaknya pengaruh proses tempering bertingkat terhadap  peningkatan  kekerasan  dan  keuletan  perkakas  potong  digunakan  pengujian  kekerasan  rockwell, pengujian tarik, pengujian impact, getaran dan pengamatan microscope untuk melihat perubahan struktur logam, serta  dilanjutkan  uji  proses  pemesinan  pada  pemakanan. Hasilnya  didapatkan baja  potong  dengan  tingkat kekerasan yang tinggi, ulet dan tahan aus dengan kualitas terbaik

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Budak. E, Kivanc (2004). Structural Modeling of

End Mills for Form Error and Stability

Analysis, International Journal of Machine

Tools & Manufacture 44 (2004) 1151–1161.

Callister (2000). Material Science And Engeneering,

An Introduktion, Wiley and Sons.

Hayajneh Mohammed T, Montasser S. Tahat b,

Joachim Bluhm (2007). A Study of the Effects of

Machining Parameters on the Surface

Roughness in the End-Milling Process. Jordan

Journal of Mechanical and Industrial

Engineering, Volume 1, Number 1, Page 1-5.

Jin Kim Su, 2007. Short and safe tool setting by safe

space in NC machining.

Int J Adv Manuf

Lela B, Zivkovi D, D. Baji, 2008. Modeling of

Machined Surface Roughness and Optimization

Of Cutting Parameters In Face Milling, Metabk

(4) 331-334.

Raksiri Chana, Manukid Parnichkun (2004).

Geometric and force errors compensation in a

-axis CNC milling machine. International

Journal of Machine Tools & Manufacture 44,

pp.1283-1291.

Randelovic Sasa, Sasa Zivanovic, 2007. CAD - CAM

Data Transfer as a Part of Product Life Cycle.

Series: Mechanical Engineering Vol. 5, No 1,

pp. 87 - 96

RSNI T-03-2005, SNI Standar Nasional Indonesia.

Saffar R. Jalili, M.R. Razfar, A.H. Salimi and M.M.

Khani (2009). Optimization of Machining

Parameter to Minimize Tool Deflection in the

End Milling Operation Using Genetic Algrithm.

World Applied Sciences Journal 6 (1): 64-69.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.