PENGIKATAN PERJANJIAN DAN AGUNAN KREDIT

Rochadi Santoso

Sari


Perjanjian dan agunan kredit merupakan suatu hal yang lumrah dan sudah biasa dilakukan dalam dunia
perbankan, perjanjian dan agunan kredit selalu melibatkan dua belah pihak yaitu pihak bank sebagai peminjam
dan pihak debitur sebagai pihak peminjam. Dalam pelaksanaan proses simpan pinjam seringkali debitur
mengeluhkan tentang ketidakpahaman mereka akan ikatan perjanjian dan agunan kredit yang dibuat oleh pihak
bank, padahal pemahaman tersebut sangat diperlukan oleh debitur agar terjalin rasa percaya antara bank dan
debitur. Pihak bank perlu menjelaskan dengan detail, rinci, singkat dan mudah dimengerti tentang perjanjian
yang akan dibuat, hal tersebut bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman debitur. Pihak bank pun perlu
menjelaskan tentang kegunaan agunan kredit dan menjelaskan kepada debitur tentang penilaian nilai agunan
apabila debitur menanyakannya. Perlu diyakinkan kepada debitur bahwa perjanjian yang dibuat telah sesuai
dengan undang-undang pemerintah.

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


KUH Perdata

Undang-undang Nomor 14 Tahun 1967 Tentang

Pokok-pokok Perbankan

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang

Perbankan

Undang-undang No.4 tahun 1996 tentang Hak dan

Tanggungan

Undang-undang No.42 Tahun 1999 Tentang

Jaminan Fidusia


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.