PENAMBAHAN CaCO3, CaO DAN CaOH2 PADA LUMPUR LAPINDO AGAR BERFUNGSI SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

Abdul Halim, M. Cakrawala, Naif Fuhaid

Sari


Lumpur lapindo merupakan bencana alam, namun dibalik itu ada beberapa manfaat yang digunakan dari lumpur lapindo, seperti beberapa penelitian yang memanfaatkannya dalam pembuatan batu bata, genteng beton, beton pejal, sebagai pengganti semen dan sebagainya. Penelitian ini memanfaatkan lumpur lapindo sebagai pengganti semen. Sebagai Variabel bebas adalah lumpur lapindo (LL) yang dikeringkan dengan cara dibakar kemudian dihaluskan dan ditambahkan 0%, 10% dan 20% kapur jenis CaCO3, CaO dan CaOH2. Sebagai variabel terikat adalah kuat tekan dan penyerapan air dari mortar dengan komposisi 8 Ps : 1 LL dan 8 Ps : 2 LL. Didapat kuat tekan yang tertinggi pada komposisi 8 Ps : 1 LL dengan ditambah 10% CaO yaitu sebesar 5,176 kg/cm2 atau 3,1 kali tanpa diberi kapur. Sedangkan pada komposisi 8 PS : 2 LL kuat tekan tertinggi adalah ditambah 20% CaOH2 dengan nilai 6,065 kg/cm2 atau 3,24 kali lebih besar tanpa diberi kapur. Tetapi secara rata-rata lumpur lapindo mempunyai sifat pengikat lebih baik bila ditambah dengan CaOH2. Nilai penyerapan air yang diperoleh melalui penelitian ini penambahan CaO menghasilkan penyerapan terbesar yaitu 34,74 % sedangkan penyerapan terkecil adalah . lumpur lapindo ditambahkan dengan CaOH2 dengan nilai 30,76 %. Komposisi 8 Ps : 2 LL mempunyai prosentase penyerapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan komposisi 8 Ps : 1 LL.

Kata kunci : Lumpur Lapindo, Kapur, Kuat Tekan, Penyerapan Air, Mortar


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks